by

Review Pesawat Wings Air

Wings Air – Bagi kalian yang ingin bepergian, khususnya jarak jauh, tentu lebih baik naik pesawat. Selain karena waktu tempuhnya yang cepat, pelayanannya juga sangat memuaskan.

Salah satu maskapai yang ada di Indonesia adalah Wings Air. Maskapai tersebut merupakan bagian dari Lion Group. Mungkin di antara kalian sudah ada yang pernah menggunakan jasa maskapai ini.

Namun, bagi yang belum, kalian bisa menyimak review berikut. Penulis merangkum dari banyak sumber supaya penilaiannya lebih objektif.

1. Delay Lama

Rupanya, maskapai Wings Air sudah terkenal akan kebiasaan jam ngaretnya.

Salah satu penumpang menuliskan keluhan kalau jadwal kerjanya jadi berantakan. Tidak tanggung-tanggung, pesawat yang hendak dia naiki delay hampir 4 jam. Padahal si penumpang sudah menyiasatinya dengan memilih jam penerbangan pagi. Tapi semua itu sia-sia.

Kemudian, ada penumpang yang mendapat delay, tapi tidak mendapat kompensasi apa pun. Biasanya, jika terjadi delay, pihak maskapai akan memberikan makanan ringan atau makanan berat. Hanya saja, mungkin karena sedang sial, penumpang tersebut tidak mendapatkan apa-apa.

2. Nasib Penumpang Yang Tidak Jelas

Masih seputar delay, hanya saja kali ini terjadi pada landing. Ketika pesawat sudah sampai di tempat tujuan, tapi karena cuaca buruk, pesawat hanya berputar-putar selama 30 menit.

Akhirnya, setelah cemas menunggu, pilot memberi pengumuman kalau pesawat akan kembali ke bandara asal.

Wings Air

Kemudian, saat sampai di bandara, tidak ada satu pun petugas maskapai yang memberi informasi atau mengarahkan penumpang terkait nasib penerbangan ini. Jadi sebagai penumpang kita harus berperan aktif. Bahkan, sempat terjadi keributan di konter yang berujung pihak Wings Air memberi kompensasi berupa makanan dan minuman yang sudah dingin.

3. Tidak Profesional

Kali ini masalahnya lebih parah dari delay, yaitu pembatalan jadwal secara tiba-tiba tanpa memikirkan berharganya waktu si penumpang.

Salah satu penumpang mengatakan kalau dia hendak ke Raja Ampat, tapi penerbangannya dibatalkan secara mendadak. Padahal, dia sudah ditunggu banyak orang di sana. Lalu, saat dia akan komplain, para petinggi yang seharusnya menjadi penanggung jawab malah tidak ada di tempat. Yang ada hanya staff-nya saja.

Contoh lain ketidakprofesionalan Wings Air adalah tidak adanya pengumuman resmi pembatalan penerbangan.

Penumpang kali ini sudah melakukan semua proses administrasi termasuk bayar sewa bagasi. Pertama dia mendapat pengumuman kalau pesawat yang akan dinaikinya mendapat delay 45 menit. Hanya saja, di waktu yang dijadwalkan untuk berangkat, pihak maskapai tidak juga memberi pengumuman kalau pesawat akan berangkat. Si penumpang sabar menunggu hingga 2 jam dan akhirnya bertanya kepada pihak maskapai.

Di sana dia mendapat jawaban kalau petugas masih menunggu suku cadang yang akan datang 4 jam kemudian. Akhirnya penumpang tersebut memutuskan untuk refund yang pencairannya baru bisa dilakukan maksimal 14 hari kerja.

4. Harga Ekonomis

Ada harga ada barang. Itu merupakan pengetahuan umum saat kita hendak membeli sesuatu atau menggunakan jasa.

Seperti yang dijelaskan di atas, sangat banyak pengalaman tidak mengenakkan saat memakai jasa maskapai ini. Mulai dari delay hingga pembatalan penerbangan.

Namun, di sisi lain, rupanya tarif yang dibebankan kepada penumpang sangat ekonomis. Mungkin bisa dibilang Wings Air adalah maskapai dengan tarif termurah di kelasnya.

Jadi, jika kalian memutuskan untuk menggunakan jasa maskapai Wings Air, kalian juga harus ingat kata-kata bijak tadiā€”ada harga ada barang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *